,

Suami Sandra Dewi Simpan Rp76 M di Rumah, PPATK Ungkap Banyak Modus

oleh -0 Dilihat
oleh
banner 468x60

Keludnews.com – Sebuah penggerebekan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung RI) telah mengungkap fakta mengejutkan di kediaman Harvey Moeis, suami dari aktris terkenal Sandra Dewi. Dilaporkan bahwa Harvey, yang juga merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Timah Tbk (TINS), menyimpan uang tunai sebesar Rp76 miliar di rumahnya.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, menjelaskan bahwa ada banyak modus yang dapat melatarbelakangi seseorang menyimpan jumlah uang sebesar itu di rumah pribadi. “Ya, banyak tujuan modusnya,” ujar Ivan kepada CNBC Indonesia.

banner 336x280

PPATK, yang akan terlibat dalam kasus ini sesuai kebutuhan penyidikan Kejagung RI, telah memiliki pengalaman dalam mendeteksi sumber kekayaan dan aliran dana, meskipun banyak yang disembunyikan di rumah tersangka. “Dalam banyak kasus lain sebelumnya, tetap bisa terdeteksi sumbernya,” tambah Ivan.

Hasil penggeledahan di kediaman Harvey Moeis dan Sandra Dewi, yang terletak di Pakubuwono, Jakarta Selatan, mengungkapkan temuan mengejutkan. Selain uang tunai Rp76 miliar, penyidik juga menyita sejumlah barang mewah seperti mobil Rolls Royce dan Mini Cooper, jam tangan mewah termasuk Rolex Chronograph Paul Newman dan Patek Philippe Nautilus 5980R/001, serta logam mulia.

Harvey Moeis, seorang pengusaha yang lahir pada 30 November 1985 dan memiliki darah keturunan Papua, Ambon, dan Makassar, bukanlah sosok baru dalam dunia bisnis komoditas dan pertambangan. Sumber kekayaannya berasal dari bisnis pertambangan, dimana keluarganya telah lama berperan dalam bisnis batu bara dengan sejumlah perusahaan seperti PT Refined Bangka Tin hingga CV Venus Inti Perkasa.

Selain memiliki bisnis tambang batu bara, Harvey juga memiliki kepemilikan saham dalam beberapa perusahaan pertambangan, termasuk PT Refined Bangka Tin (RBT), salah satu produsen timah murni batangan terbesar di Indonesia, serta PT Tinindo Inter Nusa, PT Sariwiguna Bina Sentosa, dan PT Stanindo Inti Perkasa.

Kasus ini masih terus berkembang, sementara penyidikan oleh Kejagung RI dan keterlibatan PPATK diharapkan dapat mengungkap lebih banyak rincian terkait sumber kekayaan dan modus operandi yang mungkin terlibat dalam penyimpanan besar-besaran uang tunai tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.